Breaking News

Teliti sebelum Klik Booking Pesawat Anda

Sebuah pengalaman yang mungkin tidak terlupakan, salah satunya adalah kekeliruan meng-klik tiket penerbangan pesawat. Jangan sampai Anda mengalami hal serupa, untuk itu berhati-hatilah sebelum klik pemesanan Anda.

Berawal dari tugas mendadak dari kantor untuk suatu urusan di Jakarta beberapa waktu yang lalu tepatnya 30 Maret 2017, mengapa saya katakan mendadak, karena tugas itu dikabarkan kepada saya 29 Maret sekitar pukul 18:30 melalui telepon dan kemudian WA. "Pak besok berangkat dengan saya ke Jakarta penerbangan Garuda pertama", kata teman saya.

Kebetulan sore harinya sudah ditelepon rekan satunya lagi, agar bersiap-siap untuk ditugasi ke Jakarta, ya.. sebenarnya sudah setengah siap. Dalam percakapan telepon ditegaskan "Bapak harus berangkat karena tiket sudah saya booking", lanjutnya.

"Baik..., kalau begitu untuk urusan itu harus dibuatkan surat pengantar, sesuai prosedur yang ada", jawab saya. "Oke.... ini sedang dibuatkan surat pengantarnya...", kata teman saya.

"Iya.... lampiran saya siapkan.... ", saya sampaikan padanya, Diapun menyampaikan lagi, "karena penerbangan pertama, habis subuh langsung berangkat ya pak, jangan lupa siap-siap mmbawa ganti pakaian, karena urusannya belum tentu selesai dalam sehati", katanya. "Oke... saya jawab...".

Garuda Indonesia di apron bandara A. Yani Semarang
Saya menyiapkan bahan-bahan untuk pekerjaan di Jakarta, dalam benak saya terfikir... "wah sudah lama saya tidak ke Jakarta...., semoga pekerjaan besok lancar dan langsung kembali..."

Pagi pukul 04:30 saya segera melaju ke bandara Internasional Ahmad Yani di Kalibanteng, tidak ada yang mengantar sehingga aku harus membawa motor sendiri biar cepat..., ternyata teman saya sudah menunggu. Ternyata barang bawaannya teman saya banyak sekali, ada 6 dos borang akreditasi, padahal urusan saya meskipun terkait dengan ini bukan untuk mengantar borang, tetapi kondisi itu saya harus membantu teman saya.

Layar di dalam pesawat Garuda Indonesia (Wea)
"Ada kelebihan beban ternyata...., dengan 6 dos borang", kata teman saya. Kelebihan beban segera diurus, dan setelah dibayar kelebihannya, kami segera masuk ke ruang tunggu....., ternyata kami tidak sempat duduk diruang tunggu tapi langsung masuk ke pesawat.

Begitu turun dari pesawat kami bergegas mencari taksi agar tidak kesiangan tiba di kantor yang kami tuju. Begitu sampai di Jakarta kantor Dikti (Jl Pintu Satu Senayan) segera mengurus... namun karena masih terlalu pagi malah petugas belum datang, dan mesti menunggu,

Tempat tunggu di Masjid
Untuk menunggu penyelesaian proses data, sengaja tidak berada jauh dari Dikti, praktis saya menunggu di masjid Dikti. Ketika sudah oke... data.... kemudian saya bergegas ke Gedung Ristekdikti dengan taxi, dan ternyata sesampai disana, kegiatan teman saya belum selesai, dan saya harus membantu menyelesaikan.

Harus Menginap di Hotel Terdekat
Tiba-tiba saya dikabari, agar saya menunggu rombongan yang datang hari esoknya, dan oleh teman saya saya dipesankan hotel terdekat dengan lokasi, yaitu Hotel Mansion (Takes Mansion & Hotel)

Hotel Mansion
Dari hotel di Ristekdikti cukup jalan kaki untuk sampai ke Hotel Mansion, meskipun harus sedikit memutar.
Keesokan harinya rombongan dari Semarang datang, tetapi ada kejadian yang luar biasa, dimana ban mobil pembawa rombongan tersebut meletus ketika di tol Kanci, dan praktis kedatangannya terlambat.

Saatnya Membeli Tiket Kembali ke Semarang

Saya menyampaikan kepada teman saya agar dipesankan tiket untuk kembali ke Semarang, bareng dengan rombongan Pascasarjana yang naik Lion Air Jakarta - Semarang. Saya sudah tenang karena kode booking tiket pesawat sudah saya miliki.

Setelah urusannya selesai, saya bergegas ke bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng (atau biasa di sebut CGK). Saya lolos di pintu depan, dengan menunjukkan kode booking yang ada di HP. Tetapi ketika saya berada dikonter check in, petugas konter bilang "Bapak itu pesan penerbangan untuk hari ini apa besok", tanyanya.
Sayapun dengan mantap menjawab "lho sekarang tho mbak".
"Tapi pak coba dicek lagi, bapak pesan untuk penerbangan besok, sekarang ini tanggal 31 Maret bapak, sedangkan di tiket bapak tanggal 1 April", jelas petugas konter Lion.
"Ya sudah mbak, brarti salah klik ini mbak... lha terus bagaimana?" saya tanya petugas
"Silakan bapak ke bagian depan pak Customer Service, itu pak yang kelihatan dari sini", petugas konter sambil menunjukkan.

Sesampai di depan CS saya sampaikan bahwa ada kesalahan klik, pada tiket, bisa di reschedule tapi ada tambahan biaya 50%, saya pun menyetujuai...
Tiba-tiba petugas CS bilang, pak ini penerbangan ke Semarang hari ini sudah habis, nggak ada kursi lagi...
Dalam kondisi itu kemudian saya menyampaikan ke teman, "Kalau tiketnya salah tanggal, tolong disampaikan ke Traveloka untuk di tukar dengan penerbangan hari ini ke Semarang",
Saya tidak tahu prosesnya seperti apa, tiba-tiba teman saya telepon, "Pak ini bapak aku pesankan Garuda Indonesia penerbangan jam 17, bapak harus pindah terminal, dan tolong jangan pakai taksi, pakai saja angkutan dalam bandara GRATIS"
"Baik terima kasih...", dan sayapun lega, bisa kembali ke Semarang dan tidak harus tertunda lagi sehari...
Ini berarti tiket penerbangan Lion Air tanggal 1 April 2017 jelas tidak terpakai, atau saya tidak tahu apakah bisa ditukar dengan Garuda Indonesia.
Teman saya pesan "Pak nanti kalau berhasil check in dengan Garuda, tolong bukti check ini aku dikirimi", mungkin dia juga masih ragu apa benar dapat tiket sore itu, karena semua penerbangan tadinya sudah tidak tersedia, tiba-tiba bisa di klik untuk penerbangan Garuda sore itu.

Bukti tiket Garuda yang saya kirimkan kepada teman saya

Oleh karena itu, pengalaman ini perlu saya share... agar yang lain.... juga bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari kasus tersebut.

Semoga menjadi pengalaman yang berharga.

Tidak ada komentar