Breaking News

Pickle, Makanan yang Awet dari Proses Fermentasi

Hari ini bertemu teman orang Russia. Dia cerita kalau di negaranya pickle itu banyak digunakan karena jika musim dingin tidak mungkin ada bahan makanan.


Pickle (cabe), bisa lebih awet
Dia pernah kerja di angkatan laut dan makan dari pickle yang pernah di buat jaman perang dunia ke 2. Padahal waktu itu tahun 1972, sudah 20 tahun dan masih bisa dimakan.


Pickles disini bisa dari tomat, lombok, bawang, brambang, buah-buahan juga. Jadi bahan-bahan tersebut dimasak bersama vinegar atau cuka kemudian di simpan di botol.
WhatsApp Image 2017-04-26 at 13.38.27
Pickle Bawang putih
Buah-buahan yang jatuh dari pohon dan sudah di tanah dipunguti untuk dijadikan vodka (kalau yang ini mungkin bisa dimodifikasi bukan dijadikan vodka, tapi mungkin bisa dijadikan selai untuk olesan roti).
Saya teringat mengenai hasil panen yang berlimpah sedangkan harga tidak bersahabat. Jadi kemungkinan pengolahan lebih lanjut bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan daya jual, yaitu dengan proses pickling.



Kiriman: Ririn Vogler tinggal di Australia
Ilustrasi: Google


Penjelasan Redaksi

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk meningkatkan daya jual ketika suatu produk hasil panen yang melimpah dan saat itu harganya tidak bersahabat atau jatuh atau juga disebut anjlok.
Pickling (pengawetan) adalah proses pengawetan atau memperpanjang umur makanan dengan fermentasi anaerobik dalam air garam atau perendaman dalam cuka. Makanan yang dihasilkan disebut acar (pickle).
Prosedur pengawetan biasanya akan mempengaruhi tekstur dan rasa makanan, dan itu memerlukan percobaan berkali-kali.
Di Asia Timur, vinaigrette (minyak sayur dan cuka) juga digunakan sebagai media pengawet. Makanan yang diawetkan meliputi daging, buah, telur, dan sayuran.
Apabila menengok sejarah pengawetan model ini, sudah dilakukan sejak 4000 tahun silam dengan menggunakan mentimun asli India. Ini digunakan sebagai cara untuk mengawetkan makanan untuk penggunaan di luar musim dan untuk perjalanan jauh, terutama melalui laut.
Meski prosesnya diciptakan untuk mengawetkan makanan, acar juga dibuat dan dimakan karena orang menikmati rasa yang dihasilkan.
Singapura, Indonesia dan Malaysia disebut acar, biasanya terbuat dari ketimun, wortel, cabai merah, dan bawang merah, barang-barang ini dibumbui dengan cuka, gula dan garam. Buah-buahan, seperti pepaya dan nanas, juga kadang dibuat acar (asinan).
Sumber: wikipedia.org

Tidak ada komentar