Breaking News

Mengapa Bayi di Bawah 1 Tahun tidak Boleh Diberi Gula dan Garam?

Tidak sedikit para ibu yang mulai memberikan tambahan bumbu pada makanan anaknya begitu si kecil mulai MPASI (Makan Pendamping Air Susu Ibu).
Ilustrasi MPASI
Alasannya satu, "kasihan makan lauk rasanya hambar". Padahal, bayi yang berusia di bawah 1 tahun tidak tahu bedanya lho! Karena itulah, penggunaan gula dan garam sebaiknya dihindari sampai anak berusia 1 tahun.
Mengapa garam tidak diberikan pada bayi di bawah 1 Tahun?
  1. Kebutuhan garam pada bayi kurang dari 1 gram per hari. Sementara di dalam ASI ataupun susu formula, terdapat 0.4 gram kandungan sodium yang sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hariannya
  2. Selama 6 bulan, bayi hanya menerima 1 rasa yaitu ASI, jenis menu apapun yang Anda berikan padanya akan menjadi rasa yang baru baginya
  3. Terlalu banyak kadar garam dalam tubuh bayi bisa menyebabkan kerja ginjal menjadi berat. Hal ini bisa meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit ginjal di saat dewasa
    Saat anak sudah diatas usia 1 tahunpun, sebaiknya bunda tetap membatasi pemberian garam pada si kecil untuk menjaga kesehatannya.
Menurut panduan dari Scientific Advisory Committee on Nutrition (SACN). Inilah batas maksimum kadar garam dalam tubuh si kecil sesuai usianya:
  • Usia 0-12 bulan, kurang dari 1 gram (0,4 gram sodium)
  • Usia 1-2 tahun, 2 gram (0,8 gram sodium)
  • Usia 4-6 tahun, 3 gram (1,2 gram sodium)
  • Usia 7-10 tahun, 5 gram (2 gram sodium)
  • Usia 11 tahun keatas, 6 gram (2,4 gram sodium)
Ketahui juga tentang bahaya gula pada halaman berikutnya

Bagaimana dengan gula?

Sama seperti halnya garam, gula juga dilarang untuk bayi di bawah 1 tahun. Namun banyak orangtua yang salah paham, tidak memberikan gula bukan berarti tidak memberi anak makanan manis sama sekali.
Gula yang dimaksud ialah gula buatan yang dibuat lewat proses kimiawi seperti gula pasir, atau gula pada makanan kemasan. Konsumsi gula jenis ini berbahaya untuk si kecil karena alasan sebagai berikut:
  1. Gula dibuat dengan melalui berbagai tahap penyulingan di pabrik dan menggunakan bahan kimia yang bisa berbahaya untuk bayi.
  2. Konsumsi gula di usia dini bisa menyebabkan kerusakan pada gigi
  3. Kadar gula yang tinggi di dalam darah bisa menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh
  4. Penelitian menunjukkan, anak yang sering mengonsumsi gula lebih mudah terkena diabetes dan obesitas kelak.

Bahan alami pengganti gula dan garam

Tidak sulit mencari bahan pemanis alami karena alam telah memberikannya untuk kita. buah-buahan seperti pisang dan pepaya memiliki rasa manis yang disukai oleh bayi. Bahkan, pisang bisa dibuat berbagai resep makanan untuknya seperti kue ulang tahun bebas gula yang satu ini. Untuk garam, rasa asin gurih bisa Anda dapatkan dari kaldu ayam buatan rumah atau rempah seperti kunyit dan kayu manis.
salam sehat
___________
Any AlthoufunnisaRef. Dari berbagai sumber
Kiriman Dewi bersama RuqyahIlustrasi : solusisehatku.com

Tidak ada komentar