Breaking News

Lebih Dekat dengan Batik Telang Banyuasin

Batik tulis Telang Banyuasin
Batik merupakan budaya leluhur bangsa Indonesia yang harus dilestarikan, bahkan batik sudah tercatat sebagai warisan dunia. Batik identik dengan Jogjakarta, Solo, Kudus dan Pekalongan. Siapa sangka Kota Terpadu Mandiri (KTM) Telang Banyuasin juga menghasilkan batik.

KTM merupakan lokasi transmigrasi terpadu yang didesain dan disiapkan nantinya akan menjadi kota mandiri, komplek transmigrasi tersebut dipersiapkan oleh pemerintah dengan berbagai fasilitas, layaknya kota mandiri, antara lain sekolah dan pusat bisnis dan perdagangan.

Di Sumatera Selatan (Sumsel) terdapat 3 KTM, yaitu KTM Belitang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, KTM Rambutan Kabupaten Ogan Ilir dan KTM Telang Kabupaten Banyuasin.

Sebut saja Bu Siti Rohayah anak transmigran Jln. Tanjung Api-Api Km 42 KTM Telang Desa Muliasari Kec. Tanjung Lago Kab. Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Beliau patut mendapat acungan jempol, pasalnya berhasil menjadi pelopor munculnya batik KTM Telang.

Batik Telang cap
Berbekal modal pengalaman, keuletan serta pantang menyerah, melatih Generasi Anak Transmigran untuk melestarikan budaya membatik, munculah motif batik khas KTM Telang.

Batik Telang dari peranan pemuda
Jenis kain yang digunakan Batik KTM Telang ada dua jenis, yaitu :

Kain Mori Primissima,

Kain jenis ini merupakan kain mori yang paling halus dan biasanya digunakan untuk membuat batik tulis yang sangat halus. Mori ini biasanya dalam bentuk gulungan (piece) dengan lebar 1,06 m dan panjang 15,5 m. 
“Susunan atau konstruksi primissima menggunakan benang Ne 50-56. Kepadatan (tetel) benang untuk lusi antara 105-125 per inch (42-50 per cm) dan untuk pakan antara 100-120 per inch (42-50 per cm),” Jelasnya.

Kain Mori Prima

Kain jenis ini merupakan kain mori yang mempunyai kualitas kedua setelah mori primissima. Kain mori ini biasanya juga digunakan untuk membuat batik tulis maupun batik cap.
Susunan atau konstruksi prima menggunakan benang Ne 36-46 dan jenis mori ini mengandung kanji kurang lebih 10%.
Dari dua jenis kain tersebut, yang sering digunakan untuk produksi batik KTM Telang adalah jenis kain untuk nomor 1, selain halus juga dingin dipakai. Untuk kain momor 2 juga digunakan, biasanya untuk batik cap.

Hasil produksi batik KTM Telang bu Siti Rohayah
“Penggunaan kain disesuaikan dengan tema batik itu sendiri, kami nantinya yang akan menentukan menggunakan yang nomor satu atau dua, mengingat penggunaan bahan atau kain juga dapat memengaruhi harga produksi yang akhirnya berpengaruh terhadap harga jual batik hasil produksi kami”, ungkapnya.

Teknik Batik yang digunakan Batik KTM Telang Bu Siti Rohayah adalah Batik Tulis dan batik cap atau printing. Harga batiknya pun berbeda antara batuk tulis dan batik cap.
Saat ini Batik KTM Telang sudah banyak dipesan oleh masyarakat di KTM Telang Kab. Banyuasin Sumatera Selatan.

Harapan Bu Siti Rohayah bahwa Bapak Bupati Banyuasin dan jajarannya dapat memakai batik KTM Telang.

Dijelaskan juga bahwa di KTM Telang juga memiliki kelompok menjahit sebagai pendukung batiknya, sehingga dapat melayani pemesan pakaian batik.
Pusat Bisnis KTM Telang dijadikan tempat produksi batik ini, karena letaknya berada di tengah-tengah lokasi KTM Telang.

Info Pemesanan :
Bu Siti Rohayah HP/WA +6281278529669
atau redaksi website/blog ini

Tidak ada komentar