Breaking News

Permainan Tradisional Jamuran

Jamuran

Permainan Jamuran (foto: triwahyu02.blogspot.com)
Masih ingat dengan permainan ini?
Jamuran adalah permainan yang  berasal dari Pulau Jawa. Permainan ini umumnya dimainkan oleh anak-anak di daerah perdesaan. Dimana ketika itu listrik belum menjamah kehidupan masyarakat desa, Jamuran biasa dimainkan oleh anak-anak yang berjumlah 4—12 orang. Jamuran biasanya diadakan di waktu sore dan malam saat bulan purnama. Anak-anak yang ikut bermain pada umumnya berumur antara 6 sampai 13 tahun.

Bermain jamuran bisa dimainkan oleh siapa saja baik anak lelaki maupun anak perempuan. Bermain jamuran tidak membutuhkan perkakas warna-warni, hanya membutuhkan tanah lapang yang agak luas.Umumnya di halaman rumah.

Cara Bermain

Contohnya yang bermain berjumlah 10 orang (A, B, C, D, E, F, G, H, I, J), lalu diundi dengan menyanyikan sesuatu lagu, biasanya juga lagu Jamuran, apabila lagu berhenti dinyanyikan maka disitulah si anak harus JADI. Undian juga bisa dilakukan dengan pingsut (bahasa Jawa). Pingsut adalah menjulurkan jari tangan, kalau banyak dimulai dengan hompimpah, hompimpah juga dinyanyikan, bila tinggal dua orang hanya menjulurkan jari tangan, dan siapa yang kalah akan JADI.

Penentuan JADI dalm Permainan Jamuran (foto: triwahyu02.blogspot.com)

Contohnya yang jadi B, lalu A, C, D,E, F, G, H, I, dan J membentuk barisan yang berbentuk lingkaran, memutari B yang ada di tengah. Kemudiaan A sampai J tadi berjalan berputar memutari B, sambil menyanyikan tembang Jamuran.

Jamuran ya gégéthok
Jamur apa ya gégéthok
Jamur gajih mbejijih sa ara-ara
Siram badhé jamur apa


Ketika tiba di akhir lagu, A sampai J berhenti mengelilingi B. Kemudian B menjawab pertanyaan anak-anak yang mengelilinginya. Misalnya B menjawab pithikkluruk  (ayam berkokok, red), semua anak harus menirukan layaknya ayam berkokok. Ketika ada anak yang tidak bias menirukan ayam berkokok, itu artinya ia yang jadi.

Anak yang jadi bisa menyebutkan apa saja yang ia kehendaki, dan itu artinya anak-anak yang mengelilinginya harus memeragakan apa yang dimaksudkan oleh anak yang jadi. Begitu seterusnya.

Sepertinya di kota kami pernah menjumpai seperti permainan ini, hanya syair dan lagunya berbeda, dan namanya pun berbeda, tunggu artikel ketika kami selesai investigasi.

By WB

Tidak ada komentar