Breaking News

Sayap-Sayap PATRI

Ilustrasi dari Sayap burung Garuda
Apa arti sayap bagi burung, pesawat, atau organisasi? Tentu. Mustahil burung dan pesawat bisa terbang tanpa sayap. Begitu juga organisasi seperti Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI). Agar bisa terbang cepat dan tinggi, maka perlu sayap-sayap yang kuat.

Sayap yang kuat tidak harus kaku, seperti halnya sayap pesawat. Sayap burung bahkan sangat lentur, dan karena itu ia bisa bermanuver dengan lincah, menukik tajam, dan seketika menyambar lawan.

“Tentang sayap organisasi ini, saya dapat masukan dari beberapa pegiat Non-Governmental Organization (NGO)/Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Baik yang berasal dari keluarga besar PATRI maupun mitra lainnya. Sebagai Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) yang kian besar, PATRI akan menghadapi kondisi yang semakin kompleks. Sehingga tidak cukup semua masalah diselesaikan secara “keormasan”. Sehingga, ibarat burung dan pesawat canggih, PATRI harus segera menguatkan sayap-sayapnya.”, ungkap Sekjen DPP PATRI, H. Sunu Pramono Budi, yang akrab menggunakan nama atau disapa Hasprabu.

Lahirnya kelompok kerja (Pokja) tingkat DPP merupakan modal awal yang perlu diperkuat diseluruh daerah. Pokja ini embrio lahirnya sayap-sayap yang kuat di bidang ekonomi, seni budaya, pertanahan, pendidikan, media massa, bela diri, dan lainnya. Bentuk sayap itu bisa berupa LSM, Satuan Tugas (SATGAS), Lembaga Kekaryaan, dan semacam laskar serba guna.

“Saya bersyukur, saat RAKORNAS saya dapat lagi masukan. Ternyata teman-teman di daerah juga sudah mulai merintisnya. Misal, di Riau ada LSM Penjara, LSM yang menyiapkan calon pebisnis, calon legislatif, dan yayasan pelestarian pesisir serta mangrove. Di Sultra ada barisan anak muda trans yang membentuk GARDA X Trans. Di Sulbar, Kalbar, Sumut, dan Kalteng ada paguyuban seni budaya.”, lanjut Hasprabu.

Sekjen DPP PATRI juga menyampaikan keyakinannya kalau sayap-sayap itu kuat, "insya Allah burung PATRI bisa terbang makin cepat, akurat, dan tinggi. Mungkin seperti Satria Pringgadani Raden Gatot Kaca. Terbang melesat cepat ke angkasa, dan kemudian menukik tiba-tiba sambil memenggal leher para musuh negara yang angkara murka….”, pungkasnya.

(KP-LK)

Tidak ada komentar