Breaking News

Lapangan Terbang Sekayu dan Sirkuit Sekayu

Beberapa hari ini saya membaca berita-berita yang berkenaan dengan Sekayu (Kec. Sekayu, Kab. Musi Banyuasin, Prov. Sumatera Selatan), hal ini setelah kami berkunjung ke Sekayu dalam acara kumpul keluarga besar bersama saudara-saudara kandung saya (putra-putri mbah Par/Kismo) akhir bulan Desember 2016 (19-21 Desember), terasa masih ada yang terlewatkan, mengingat waktu yang harus terbagi dengan mengunjungi Tenggulang Baru terlebih dahulu, tempat tinggal ibu saya Mbah Par. Sedangkan, tempat kumpul keluarga yang sudah kami tetapkan adalah di Sekayu, atau tepatnya Kelurahan Serasan Jaya, Sekayu, Saudara kami anak nomor tiga.
Saya membaca dan mencari informasi seputar Sekayu, hal itu dikarenakan blog kami mengambil topik/tema seputar Sekayu dari pertengahan Januari hingga awal Februari 2017. Disamping masukan dari kontributor kami (Kissparry) langsung dari Sekayu (Serasan Jaya), saya juga perlu membaca berita dan informasi seputar Sekayu, mengingat tiga hari saat di Sekayu adalah waktu yang sangat singkat. Belum lagi, tujuan kami ke Sekayu adalah kumpul keluarga dan tidak membicarakan wilayah tersebut, acara kami dihiasi kangen-kangenan, ngobrol bersama, cerita-cerita dari tempatnya masing-masing. Saat itu forum ini belum memiliki laman blog, sehingga situasi waktu itu tidak terpikir mengisi laman blog.
Sekayu ternyata memiliki bandara, informasi dari kontributor kami di Sekayu namanya adalah Lapangan Terbang Sekayu, mengapa tidak bernama Bandar Udara atau Bandara Sekayu, belum disebutnya dengan badar udara atau bandara mungkin karena masih kecil dan belum untuk komersial sehingga disebut Lapangan Terbang. Saat ini tidak ada aktifitas yang berarti di lapangan terbang tersebut. Namun meskipun tidak aktif, pemerintah setempat berkeinginan menjadikan lapangan terbang tersebut menjadi lapangan terbang perintis.

Lapangan terbang Sekayu dan Circuit Sky Land Sekayu
Lapangan terbang Sekayu dan Circuit Sky Land Sekayu

Lapangan Terbang atau yang sering dikenal oleh masyarakat setempat dengan istilah Lapter tersebut bersebelahan dengan Sirkuit Sekayu (Circuit Sky Land Sekayu), sehingga dapat dikatakan meskipun Sekayu merupakan kota kecil namun memiliki fasilitas yang lengkap, untuk menuju kota yang lebih maju dan berkembang.
Lapangan terbang sekayu memiliki landasan pacu (runway) 1.150 meter, disaat pembangunan pertama yang dipersiapkan untuk menunjang Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVI di Sumatera Selatan (Palembang) tahun 2004 baru memiliki runway 900 meter, sehingga sudah ada penambahan landasan pacu 250 meter. Lahan yang luas yang dipersiapkan oleh Pemda setempat 26,5 hektar sudah barang tentu akan menjadikan lapangan terbang ini semakin berkembang.

Fasilitas lapangan terbang lebih dekat
Fasilitas lapangan terbang lebih dekat

Menuju ke Lapter Sekayu memakan waktu lebih kurang 30 menit apabila ditempuh dari pusat kota Sekayu, dengan jarak kurang lebih 25 km (13 km setelah jembatan yang melintas di atas sungai Musi) di Jl Sekayu – Pendopo. Jembatan tersebut tampak dilihat dari Sekayu Water Front atau Taman Kirap, merupakan satu diantara jembatan lain yang melintas di atas sungai Musi. Sehingga untuk menuju ke Lapter Sekayu mudah mengingatnya dengan mengaitkan jembatan di Sekayu ini (salah satu jembatan di atas sungai Musi), jembatan inilah yang menjadi akses utama penghubung antar wilayah ini.
Apakah lapangan terbang ini akan dimanfaatkan atau tidak, itu tergantung masyarakat setempat, karena pengguna sarana umum adalah masyarakat di wilayah tersebut, sedangkan pengelolaannya sudah barang tentu dilakukan oleh pemerintah daerah setempat bekerja sama dengan instansi terkait.
Untuk menjadikan lapangan terbang perintis yang bisa disinggahi pesawat berbadan kecil, ada aturan-aturan yang ditetapkan oleh otoritas penerbangan, oleh karena itu Lapter ini tinggal beberapa langkah lagi untuk kearah tersebut. Kita tunggu informasi lebih lanjut.
Salam Kissparry.

Tidak ada komentar